Terjemah al-Qur'an
Assalamualaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai ilmu yang saya dapatkan pada hari Senin, 13 November 2018, yaitu Terjemah Al-Qur'an. Sebelumnya, saya sangat berterima kasih kepada Dosen pengampu kami, Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag serta Ati' Nursyafa'ah M.Kom.I dan Baiti Rahmawati S.Sos selaku asisten dosen yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mempelajari mengenai Terjemah Al-Qur'an dengan mendatangkan pengajar dari Rumah Al-Qur'an LPPIQ yaitu lembaga pendidikan dan pengkajian Ilmu Al-Qur'an dengan Anshori Arif sebagai pemateri.
LPPIQ adalah lembaga yang konsen di dunia Al-Qur'an dari tahun 1993 yang dipelopori oleh Prof. Romrowi, MA. Beliau mengajarkan bagaimana mengajarkan Al-Qur'an tidak hanya untuk anak pondok atau Universitas Islam saja tetapi semua kalangan bisa belajar Al-Qur'an.
"Tiada lelah bertausiyah"
Allah beri kita kemudahan untuk memahami Al-Qur'an melalui Qs. Al Qamar [54] : 17 dimana terdapat 2 poin, yang pertama Allah mengatakan bahwa Al-Qur'am mudah dipelajari dan yang kedua yaitu Adakah yang ragu mempelajari Al-Qur'an? Bacalah ayat 17,22,32,40 untuk meyakinkanmu.
Terjemah sendiri memiliki fungsi sebagai petunjuk, rahmat, obat, dan pembeda. Terdapat kunci utama dalam mempelajari Al-Qur'an dimana siapapun yang ingin lancar dalam membaca Al-Qur'an, lancarkan dulu surah Al Baqarah. Begitupun bagi siapapun yang ingin menerjemah Al-Qur'an, lancarkan dulu surah Al Baqarah. Karena yang banyak mewakili kosakata dalam Al-Qur'an ringkasannya terdapat dalam surah Al Baqarah.
Kosakata dalam Al-Qur'an kurang dari 110.000 kosakata, dimana 79% kosakatanya diulang-ulang. Pada Juz 1, terdapat 3680 Kosakata dan 2520 Kosakata yang terulang.
"Islam diturunkan untuk membahagiakan Anda, bukan untuk menyusahkan Anda, maka raihlah kebahagiaan itu dengan pengalaman agama dengan sukacita. Jika ada ajaran yang menurut Anda menyusahkan, maka pastikan cara pandang Anda yang salah karena mungkin berdasar hawa nafsu, bukan dengan akal sehat. Atau karena pengetahuan Anda yang sempit atau karena penafsiran yang keliru. Kerjakan perintah Allah semampu Anda dan Allah SWT pasti Mahatahu kesulitan dan semangat Anda. Jika Anda beragama dengan dukacita, bagaimana mungkin Anda bermuka ceria dan menebar kasih kepada sesama, dan mungkinkah ada orang lain tertarik pada agama Anda?" -Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, Beragama Dengan Ceria. www.terapishalatbahagia.net

Komentar
Posting Komentar